Minggu, 13 Januari 2013

Tentang Kemerdekaan Republik Indonesia

 

 Kembali.. kita rasakan peringatan hut RI kali ini yakni yang ke-67 jatuh di Bulan Suci Ramadhan, bersamaan dengan bulan di mana RI memproklamirkan kemerdekaannya kala itu (tahun 1945).. yang juga jatuh di Bulan Suci Ramadhan.
Lebih kurang 67 tahun yang lalu, para Founding Father bangsa ini memploklamirkan kemerdekaan bangsa ini, bangsa yang telah terjajah begitu lama, hampir 3 1/2  abad lamanya. Dan  hari ini, Alhamdulillah kita bisa menghirup udara kemerdekaan, bersama saling mencoba hidup bertoleransi, tinggal dalam sebuah kesatuan di bumi pertiwi, yang kata orang menyimpan banyak tradisi, budaya dan kekayaan alam yang melimpah ruah.
Kita pikir sejenak, bahwa perjuangan para pahlawan-pahlawan kemerdekaan telah membawa arah hidup kita menjadi lebih baik. Tetapi sadarkah kita, di balik pengorbanan para pejuang-pejuang itu, ada hal yang lebih tinggi, ada hal yang lebih sakral, yakni bahwa terwujudnya kemerdekaan republik ini tentunya ialah atas izin ALLAH SWT, atas restu-NYA, atas karunia-NYA sehingga rakyat Indonesia kini telah bisa merasakan terlepas dari belenggu penjajahan yang tidak beradab itu.
Oleh karenanya kawan, bukan sebuah kebetulan jika para Fouding Father kita yang dalam Pembukaan UUD 1945 menyusun kalimat,  “Atas Rahmat ALLAH Yang Maha Kuasa” .  Coba perhatikan sekali lagi kalimat itu, alangkah indahnya susunan kalimat itu kawan. Kalimat itu seolah mewakili ungkapan rasa syukur rakyat Indonesia kehadirat ALLAH SWT.  Tentunya pula kita yakini bahwa kalimat itu sengaja disusun oleh para pendiri bangsa ini dalam kondisi kesadaran akal dan pikiran yang benar-benar terjaga.
Kita yakini kawan, bahwa karena atas Rahmat-NYA lah serta dengan diberengi dengan perjuangan tak kenal menyerah para pahlawan-pahlawan bangsa ditambah dengan doa yang tulus dari para rakyat-rakyat Indonesia yang telah sekian lama terzolimi akhirnya Republik ini bisa mencapai KEMERDEKAANnya. Dan kita lihat kawan, jika memang kemerdekaan bangsa ini ialah merupakan Rahmat-NYA, maka kita perhatikan sejarah membutikan bahwa Rahmat-NYA itu jatuh  tepat di salah satu bulan yang di sucikan, bulan penuh keberkahan, yaitu bulan suci Ramadhan.
Barulah kemudian setelah kalimat itu lalu disambung lagi oleh kalimat  “dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini KEMERDEKAANnya”. Jadi jika disusun secara utuh dengan kalimat yang sebelumnya, maka bunyinya akan seperti ini:
Atas Rahmat ALLAH Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Sebuah memori akan kemerdekaan bangsa ini yang jika kita perhatikan secara mendalam, sungguh begitu banyak mengandung hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik, juga sebagai wacana pembelajaran para generasi generasi bangsa yang akan datang.
Semoga kata “merdeka” yang melekat atas bangsa ini, tidaklah sekedar kata merdeka yang terdengar di telinga begitu saja, tanpa ada realisasi yang nyata akan hakikat kemerdekaan yang sesungguhnya.
Aamiin.


Pantai Air Anyir
adalah pantai yang berada di desa Air Anyir, kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia.

Pantai Air Anyir yang terletak di Kecamatan Merawang ramai pengunjung. Banyak keluarga mengisi liburanan tahun baru dengan berwisata di pantai ini. Pantai Air Anyir terletak tidak jauh dari Desa Baturusa Ibukota Kecamatan Merawang tepatnya di Desa Air Anyir. Dari pusat kota Pangkalpinang, kita hanya butuh waktu kurang lebih 45 menit untuk bisa menikmati wisata pantai ini dan Pantai ini berjarak ±15 km darl Kota Sungalliat arah ke Pangkal Pinang. Saat ini kondisi pantai Air Anyir cukup terjaga dan rapi. Suasana pinggir Pantai Air Anyir dihiasi dengan pepohonan yang tumbuh di pinggir pantai.
Sejumlah fasilitas pendukung seperti pondok-pondok tempat bersantai, warung-warung serta aneka permainan anak ada di area seputaran pantai. "Pantainya bagus, apalagi saat ini fasilitasnya lebih lengkap," kata Asiah salah satu pengunjung berasal dari desa Riding Panjang kecamatan merawang. Dari pantauan harian ini situasi pantai cukup ramai. Pondok-pondok wisata yang disediakan hampir semuanya terisi penuh...

Budaya

Setiap bulan Shafar dalam penanggalan Hijriah, penduduk Air Anyir menyelenggarakan tradisi Rebo Kasan untuk menolak balak yang dipercaya sering menghadang pada bulan tersebut. dimana acara adat ini diadakan pada hari rabu setiap 1 tahun sekali. Perayaan ini diawali dengan mengumandangkan azan dan diteruskan dengan memanjatkan doa penolak balak.sebagai ucapan syukur kepada Tuhan YME sebelum pergi ke laut untuk mencari ikan.
dimeriakan dengan tarian-tarian adat, perang ketupat, musik dan artis ibu kota .
TENTANG KAMPUS

STMIK ATMA LUHUR
 -

STMIK Atma Luhur membuka kesempatan untuk dapat menambah pengetahuan dalam bidang teknologi informasi yang pada saat ini masih merupakan pilihan teratas dalam peningkatan karier.

AMIK Atma Luhur yang berdiri sejak tahun 2000 merupakan cikal bakal berdirinya Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Atma Luhur, perguruan tinggi pioneer dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di bidang komputer di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dengan pengalaman 30 tahun mengelola pendidikan tinggi di bidang komputer, Yayasan Atma Luhur memiliki versi serta misi yang sangat terarah dan jelas dalam komitmennya menjalankan pendidikan tinggi bidang komputer, khususnya STMIK Atma Luhur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Globalisasi dan krisis yang berkepanjangan memberikan dampak dalam persaingan tenaga kerja profesional yang semakin ketat. Untuk itu, kita perlu membekali diri dengan kemampuan akademis maupun praktis agar menjadi tenaga kerja yang tangguh yang terus dapat bertahan dalam persaingan, khususnya dalam meningkatkan karier.

Melayani mahasiswa secara profesional dan efisien untuk menyalurkan kreatifitas dan minatnya melalui bagian-bagian yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mencapai tujuan.

mengenai STMIK Atma Luhur.

Kampus iang menyediakan 4 jurusan yaitu :

==>Sistem Informasi(S-1).

==>Teknologi Informasi(S-1).

==>Manejemen Inormatika(D-3).

==>Komputerisasi Akuntansi(D-3).

Ini memiliki Sarana dan prasarana yang memuaskan dalam proses belajar mengajar.Sehingga menumbuhkan kebetahan dan kenyamanan bagi para mahasiswa/mahasiswi dalam belajar.

Tidak hanyaa itu,Kampus STMIK Atma Luhur juga memiliki Fasilitas yang mendukung seperti :

1.Laboratorium Komputer

2.Ruang Kelas iang Luas dan Ber-AC

3.Perpustakaan

4.Generator Listrik

5.Internet

6.Kantin dan Musholla iang bersih

7.Serta SportHall(Gedung Serba Guna)


selogan stmik atma luhur. Cerdas berbudi luhur adalah dua hal yang tak terpisahkan. Kecerdasan tanpa diimbangi budi luhur akan digunakan untuk membodohi dan mencelakakan orang lain. Sebaliknya, budi luhur tanpa diimbangi kecerdasan akan menjadi sasaran kejahatan dan penindasan orang lain"...

CERPEN

dibangku kuliah tampa biaya orang tua




Di usia ku yang ke-17tahun,
saya anak kedua dari tiga bersaudara dan bisa dibilang saya merupakan anak laki-laki yang paling tua.saat itu Saya masih duduk di SMP tinggal menunggu kelulusan, saya mempunyai seorang kakak perempuan yang masih duduk dibangku SMA, dan adik saya masih duduk dibangku SD. semenjak kepergian bapak saya mulai sadar dan memahami apa yang harus saya lakukan,
begitu lulus SMP saya berusaha mencari pekerjaan yang halal tuk jadi tulang punggung keluarga,"Bu kakak mau kerja agar ayuk dan adek lanjut sekolah ketingkat yang lebih tinggi" mohon izinnya Bu",
"IBu, gak bisa jawab nak", "gak apa-apa bu". saya pun kerja di tambang timah.

Bapak adalah seorang yang sangat jujur, arif, lugu dan sabar. bapak berkerja di mall bagian keamanan(SATPAM),2 tahun bapak kerja karna kejujurannya bapak menjabat jadi kepala regu, saya masih ingat ketika salah seorang kerabatnya yang lama tidak pernah berkunjung ke rumah, tiba-tiba datang dan meminjam sepeda motor yang baru dibeli oleh Bapak dari hasil selama bapak kerja, Dan betapa marah bapak, karena ternyata orang itu membawa pergi sepeda motor itu dan tidak mengembalikannya. Di tengah amarah bapak dan Ibu yang tampak sedih, Bapak justru berkata, "Sabar bu, ini jalan Allah... mau bagaimana lagi, ibu mesti sabar dan tabah menjalaninya".Sambil menahan tangis bapak mengatakan kepada ibu.


"InsyaAllah, Bu, aku juga akan berusaha dengan sebaik mungkin untuk berprestasi. Dan untuk uang ini ibu ambil setengahnya saja, Bu.insyaAllah sudah ada uang untuk menutupi kekurangan biaya semester ini."  membuka amplop putih itu, diambinya uang dua juta lalu ia serahkan kepada Ibunya kembali.
 "Ibu tenang saja, Hakim akan mencoba mencari tambahan untuk uang kuliah dengan mengajar, atau pun mencoba mencari pekerjaan yang kiranya dapat meringankan Ibu dan Bapak."

"Syukurlah kalau begitu, tapi tetap kamu harus mengutamakan kuliahmu," kata Ibunya dengan wajah sedikit berseri-seri. Mendung sedih yang dari tadi hinggap di wajah Ibu Maisarah dan Pak Narto itu, sedikit hilang mendengar penjelasan anaknya.
Bukan keinginannya jika dia harus melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu. Tapi keadaanlah yang membuatnya melakukan ini semua. Seminggu lalu ketika dirinya pulang ke desa karena libur kuliah, hatinya benar-benar menjerit melihat keadaan kedua orang tuanya. Betapa selama ini ketika dia asyik dengan dunianya sendiri, ia lupa pada orang yang tiada henti mendoa dan berharap kepadanya. Ketika siang hari, Bapak harus bergelut dengan lumpur sawah berteman sengatan matahari. Punggungnya berkilau karena terlalu sering berjemur di bawah terik mentari. Sementara Ibu pun tak kalah hebat dibanding Bapaknya, setelah pekerjaan dapur selesai, jika tidak membantu sang suami, Ibunya harus mencarikan rumput untuk ternaknya. Terkadang juga pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar.
Air mata yang jarang keluar dari kelopak matanya, hari itu mengalir deras tiada kuasa dia bendung. Kata-kata Ibunya meruntuhkan sekat yang menghalanginya untuk menangis.,
Saat ini saya berstatus mahasiswa di salah satu universitas swasta yang lumayan punya nama di daerah kami.

Ketika saya masuk kuliah, kakak saya mendapatkan tempat kerja di PT, sehingga ayah saya pun meneteskan airmata ketika pengumuman masuk di perusahaan tersebut, bahkan ibu saya terlihat sangat gembira sekali. Dan baru kali itu saya melihat ibu saya memancarkan wajah kebahagiaan yang sangat luar biasa. Namun apa daya, ternyata anak keduanya ini hanyalah seorang yang bisa bermimpi. Walaupun sudah berusaha sekuat tenaga akhirnya Universitas Negeri pun melayang jauh, dan itu sempat membuat saya drop. Hingga pada suatu ketika saya sempat terpikir untuk mengakhiri hidup ini daripada harus menanggung malu
Saya hanya ingin melihat wajah ibu yang begitu gembiranya seperti saat itu.
Saya hanya ingin melihat ayah saya menangis bahagia seperti saat itu..

tapi apa yang terjadi selalu sebaliknya, saya malah selalu membuat ibu saya menangis..

dan ketika beliau menangis, maka hancurlah dunia yang saya miliki..

karena saya tak pernah tau, bagaimana agar membuatnya selalu tersenyum..
saya selalu merasa tak bisa membuatnya bangga, selalu menjadi anak yang tak bisa berbakti.
bahkan impian semasa kecil untuk membiayai ayah dan ibu saya naik haji saja serasa sirna.
walaupun saya tidak akan pernah berhenti berusaha...